7 Tips Tetap Produktif Selama Pandemi, dan Anjuran dari Kementerian Kesehatan

Sudah berapa bulan dirumah saja? Apa ssaja yang terdampak? Dan masih suka emosi, marah, atau kecewa dengan keadaan sepanjang tahun 2020? Iyah itu mamih rasakan sekali mendadak jadi menggalau dimasa pandemi. Tetapi ketika sadar hidup harus tetap berjalan dan beradaptasi, mamih kemudian bangkit melakukan kegiatan agar tetap produktif Selama pandemi ini.

Dilema Saat Awal Pandemi

Mamih mau cerita dulu yah, kalau memang mamih seorang ibu rumah tangga, tetapi memiliki pekerjaan untuk bisa dilakukan sebagai konten kreatif, yang terkadang hanya meninggalkan rumah seminggu 2 kali dan tetap fokus menampingi anak dirumah. Kalau papih memang bekerja di start up swasta bidang parenting yang memang hanya ke kantor 3x dalam seminggu. Jadi jujur rutinitas kami memang banyak melakukan berbagai hal dirumah.

Ketika semua pemberlakuan PSBB diterapkan kami semua melakukan segala kegiatan dari rumah, yang sangat dirasakan adalah anak tida bisa bersekolah seperti biasa, jadi harus dari rumah dan itu sangat sulit bagi anak yang yang nota bene berkebutuhan khusus, apalagi terbiasa menggunakan shadow teacher di Sekolah dan untuk biaya sekolahnya 3x lebih tinggi dibanding siswa reguler.

Kalau pemasukan memang sudah pasti berkurang kami juga sempat menggoyang dana darurat, selama 6 bulan mulai bosan, cemas, dan biaya sekolah juga masih cukup tinggi.

Perlahan kami mulai ikut beradaptasi, mamih memang tidak memiliki hobi baru yang mungkin tren mendadak dimasa pandemi, seperti memasak, menanam tanaman, mendekorasi rumah, an sebagainya. Apalagi mamih harus memikirkan kegiatan Babam selama dirumah yang cukup menguras tenaga, pikran, kantong, juga kesabarann wakakaka plus posisi mamiih sedang hamil makin worry kalau keluar rumah untuk cek kandungan.

Tetapi kalau galau terus ya kami tidak bisa mengambil langkah yang cukup membuat tenang, perlahan permasalahan sekolah bisa diselesaikan, sementara tidak menggunakan shadow techer dan spp bisa muai berkurang. Mamih tetap pergi untuk konsultasi kehamilan dengan menggunakan protokol kesehatan serta anjuran yang diinformasikan. Papih tetap produktif bekerja dari rumah walau terkadang terganggu, hahaha.

Jadi mulai bulan pertama memang cukup berat, kemudian setelah Babam menemukan terapi online jadi lebih tenang dan kooperatif, mamih bisa fokus untuk memilah pekerjaan dan papih juga tenang mengerjakan pekerjaan dirumah. Untuk pengeluaran kami fokuskan hanya kebutuhan primer saja, jadi pelan-pelan tidak menggerogoti dana darurat yang kami miliki. Karena suasana sudah mulai stabil kami mulai bisa produktif dan menikmati rutinitas selama pandemi, berikut tipsnya.

Tips Tetap Produktif Selama Pandemi

Mamih jadi sering mengikuti webinar, bahkan papih pernah menghandel secara teknis webinar dengan peserta lebih dari 500 orang dan belajar mulai membuat tampilan webinar jauh lebih menarik, dan tidak membosankan. Setiap bulannya papih berada dibelakang layar webinar dengan tampilan modern bisa 4 atau 5 kali jadi memiliki keterampilan juga skil baru. Begitu juga dengan mamih yang lebih sring ikut kelas online diberbagai platform.

Terapkan protokol kesehatan

Salah satunya update informasi selama pandemi melalui badan terpercaya seperti Kemenkes, mamih baru saja mengikuti webinar bersama teman-teman blogger yang sharing informasi tetap produktif selama pandemi. Seminar Online Bareng Blogger “Yuuk Disiplin COVID-19 Ambyar” oleh Kementerian Kesehatan Mengajak Masyarakat Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru, dan mamih menyimpulkan tips agar tetap produktif selama pandemi.

  1. Menjalankan protokol kesehatan
    Masyarakat diharapkan dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, tetapi dengan cara yang baru. Covid-19 telah mendorong perubahan kebijakan ekonomi dan politik dunia ke depan. Melakukan 3M secara sukarela demi menjaga kesehatan bersama dan menekan penyebaran virus corona, dengan
    • Menggunakan masker yang dianjurkan secara tepat
    • Mencuci tangan menggunakan sabun sesuai arahan
    • Menjaga jarak atau sebaiknya tidak berkumpul dan tetap dirumah saja bila tidak ada kepentingan mendesak.
  2. Tetap lakukan Germas
    Sayangi keluarga dengan melaksanakan germas seperti konsumsi makanan bernutrisi, berolahraga, tidak begadang, hindari merokok, hindari stres berkepanjangan, tetap peka terhadap tubuh dan bisa melakukan konsultasi kesehatan secara online.
  3. Mengikuti Kelas Online
    Untuk upgrade diri, biasanya mamih mengikuti kelas online untuk tema yang mamih sukai. Misalnya saja semenjak hamil ini mamih mengikuti kelas yoga online, belajar hypnobirthing, mencoba dunia essential oil yang membuat hati tenang serta lebih rileks. Teman-teman bisa mengikuti berbagai tema kelas online yang disukai, pantau saja akun yang memang sering mengadakan kelas online dengan tema yang dimintai.
  4. Interaksi Bersama Keluarga
    Mamih juga lebih sering berinteraksi berssama anak dan suami tentunya, kita bisa masak bareng, menonton tv bersama atau melakukan permainan bersama yang tutorialnya bisa dilihat diberbagai media sosial. Misalnya saja membuat gelembung sabun, membuat simulasi volcano, menempel bagian tubuh melalui puzzle dan banyak permainan yang kita lakukan bersama.
  5. Menyapa Sahabat Secara Virtual
    Karena tidak bisa bertatap muka secara langsug biasanya mamh menyap teman-teman menggunakan fasilitas digital video call yang ternya seru. Awalnya sebatas tanya kabar, bagaimana keadaannya, ketika ada yang benar-benar butuh bantuan kita upayakan untuk bangkit bersama dan memberi kekuatan bersama agar bisa melewati kesulitan selama pandemi ini.
  6. Belajar Mendampingi Anak Sekolah Online
    Walaupun latar belakang mamih adalah guru atau pengajar, memberlakukan sekolah online tidaklah sesuai untuk anak-anak berkebuthan khusus. Tetapi dalam masa pandemi ini mamih belajar, mencari cara kreatif agar Babam mau mengikuti sekolah online secara rutin. Alhamdulillah mamih juga menemukan tempat terapi online yang sangat membantu mamih dalam meningkatkan atensi belajar Babam.
  7. Update Informasi Selama Pandemi
    Agar tidak salah dan termakan hoax, mamih mencoba menakses segala berita dari sumber terpecaya salah satunya Kemenkes, dan media sosial resmi platform berita atau pemerintahan. Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Presiden RI. Presiden Jokowi juga telah menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.
    Pertama, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti.
    Kedua, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan.
    Ketiga, Presiden Jokowi mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap.
    Keempat, adanya konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, serta bergotong royong melibatkan semua elemen masyarakat.
    Kelima, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Presiden terus mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis.
    Memang sulit melewati masa pandemi ini, tetapi manusiasangat spesial bisa beradaptassi tiap zamannya. Begitu pula dengan kami, kita semua yakin bisa beradaptasi dengan segala situasi ini walaupun dihadapkan dengan tantangan yang berbeda-beda.
lindungi kelluarga

Untuk itu, perlu didorongnya perubahan perilaku masyarakat melalui komunikasi publik yang sistematis dan komprehensif untuk “memutus mata rantai Covid-19” dan memastikan masyarakat dapat mengikuti adaptasi kebiasaan baru dengan tetap sehat dan produktif

Pesan Cinta Bunda Romi, untuk Masyarakat di Indonesia

Menurut Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. atau yang akrab dipanggil Bunda Romi, ada beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran diri dalam adaptasi kebiasaan baru, “Perkuat moral virtue, kenali manfaat 3 M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun), terapkan kebiasaan konsisten, dan mulailah dari diri sendiri, lalu bawa pengaruh ke lingkungan Anda agar menjadi contoh untuk lingkungan.”

Selain pemerintah yang berupaya meningkatkan literasi melalui diseminasi informasi positif kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru, peran serta masyarakat, terutama dalam hal ini influencer dan blogger juga punya peran penting.

Sebagai contoh, Wardah Fajri, Founder dan Mentor Komunitas BloggerCrony, menjelaskan bahwa, “BloggerCrony sebagai salah satu komunitas pun menjadi fasilitator blogger anggota komunitas untuk menyebarkan pesan positif pro kesehatan gerakan nasional #SelaluPakaiMasker di media sosial.”

Teman-teman juga memiliki andil penting dalam menekan penyebaran virus corona ini, tetap lindungi keluarga jaga kesehata, jaga keutuhan bersama.

Salam sehat semuanya

Spread the love

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *