Bagaimana Bersama Anak 6 Tahun Memilah Konten Digital ?

“Mamih why Baboon have a huge anus ?” Ketika mamih mendengar kalimat tanya tersebut dari Babam agak sedikit kaget, tetapi tarik nafas sedikit dan tetap tenang. Dalam hati mamih berpikir kapan yah Babam tahu mengenai hewan Baboon ( ternyata tahu dari lagu Earth memperingati hari bumi sedunia).

Babam Menyanyi “Earth”

View this post on Instagram

#earth #lildicky

A post shared by Mira Utami | Parenting Blogger (@miramiut) on

Mamih seketika bilang, “ let see together on youtube for find the answer”. Saat kami mencari apa itu Baboon mamih sambil mencari tahu juga darimana konten mengenai Baboon. Beberapa perangkat gawai drumah sudha memiliki filter gar ramah anak-anak tetapi tentunya pengendalian kuat dari orang tua dan bisa mulai belajar untuk mengenai informasi terkini dunia konten anak-anak agar lebih cerdas literasi dan memilah informasi digital.

 

mencegah hoax
Yuk dampingi anak akses konten digital

 

Orang Tua Menjadi Pagar Terdepan Perlindungan Informasi

Lebih dari 150 juta orang di Indonesia memiliki akses untuk menggunakan internet tidak terkecuali anak-anak, tetapi kalau melihat informasi yang beredar, banyak sekali orang dewasa yang terpapar hoax, dan justru menjadi penyebar hoax, menebar kebencian, mengadu domba, lantas apakah bijak menutup akses dan pembatasan konten kreatif tanpa dibarengin dengan edukasi massal pengguna internet di Indonesia?

 

Video Cegah Hoax

Siapa yang pernah terpapar HOAX ???

Mamih jujur pernah mengalami terpapar hoax dan kenapa hoax berbahaya, karena ketika seseorang mempercayai hoax bisa mengambi keputusan yang keliru dan fatal. Contoh ketika itu mamih terkena informasi mengenai buku anak yang mengandung pornografi, padahal belum tentu isi dari buku anak secara keseluruhan tersebut mengenai pornografi.

Setelah ada klarifikasi dari penulis dan penerbit akhirnya kekhawwatiran tersebut luntur, tetapi banyak yang sudah terpancing dengan membuat komentar yang tidak bijak, jga saling serang. Dari kejadian tersebut mamih mencoba untuk menyaring informasi yang mamih terima, dan tentu saja juga mendampingi ketika anak menngakses konten melalui gawai.

Kemudian mamih mencari inisiatif menghadiri beberapa talkshow dalam memerangi hoax, yang ternyata mendapatkan beberapa tahapan baru untuk menyaring informasi. Mamih ingin menguatkan diri sendiri terlebih dahulu agar bisa memisahkan antara informasi yang benar atau tidak, apalagi hoax menyerang banyak bidang informasi, mulai dari kesehatan, pendidikan, hiburan, juga politik.

Untuk mamih mulai menerapkan 6P untuk menghindari hoax saat menerima informasi, jadi siapkan amunisi dulu sebelum menimba konten digital bersama anak. Berikut tips singkat agar para pengguna media sosial dari segala penjuru tidak mudah terhasut oleh berita HOAX atau berita tidak benar.

Apa Itu Rumus 6 P ??

Pakai Hati, Pakai Akal Sehat, Perhatikan Sumber, Perhatikan Info, Periksa Redakksi, dan Putuskan Rantai.

Pakai Hati sangat diperlukan karena prinsip “kehati-hatian merupakan keutamaan dalam menghindari HOAX. Jikalau tidak perlu atau headlines berita mencurigakan langsung bisa dihindari saja.

Pakai Akal Sehat Ciri berita atau info sehat adalah banyak hal yang mengada-ada, bila kita pikirkan kembali isi berita tersebut merupakan isapan jempol belaka, apalagi bila sudah ada kata-kata “ sebarkan sekarang dan bla bla bla” bisa dicurigai bahwa berita tersebut tidak bisa dipercaya. Lebih bijak dan rasional mencari tahu bahasan dari info yang diterima.

Perhatikan Sumber cek dan waspada pada portal berita yang tidak kredibel. Lihat dulu alamat websitenya, penulis beritanya.

Perhatikan Info, lihat kembali apakah isi dari informasi yang kita terima, selalu pikir berkali-kali dan membaca kembali lagi berita yang diterima sebelum disebarkan atau dipercaya.

Periksa Redaksi, kembali perlu dilihat dari alamat redaksi, susunan penerbit, juga latar belakang dari orang-orang dibalik dari berita tersebut apakah valid dan kredibel atau tidak. Bila dirasa kurang terpercaya lebih baik hindari.

Putuskan Rantai, Stop menyebarkan berita atau informasi yang tidak jelas atau tidak termasuk bagian dari hal-hal patut dipercaya setelah kita melakukan kroscek dengan cara diatas. Biasanya langsung hentikan penyebaran agar berita tersebut tidak lagi viral.

 

meditasi untuk mengatur keuangan dari ocbc nisp
Foto ini contoh hoax yak hahahaha

Berselancar Bersama Anak Dalam Dunia Digital

Penggunaan perangkat digital pada anak harus menjadi perhatian orang tua, banyak orang dewasa terkena dampak buruk radikalisme yang tersebar di media sosial, salah satunya karena tidak teredukasi dengan baik secara literasi dalam mengolah informasi di media sosial.

Untuk memutus mata rantai radikalisme tentunya tidak diturunkan kepada anak-anak yang kini juga menjadi target empuk dalam menyusupkan teori radikalisme, kebencian, paham ektrimisme yang membuat bangsa Indonesia terpecah belah.

Berbagai kampanye pendidikan juga literasi dibuat oleh beberapa kementerian, seperti Kemenkoinfo, Kemenkompolhukam, juga Kemendikbud dalam menyebarkan kepada masyarakat agar mendampingi anak dalam dunia digital dan menyaring berita secara bijak.

 

Bentuk Pengawasan Penggunaan Digital Pada Anak

Orang tua harus mengerti media sosial dan situs apa saja yang digunakan anak. Kalau mamih dan Babam biasanya sudah hafal apa saja karakter yang suka kami saksikan. Sebisa mungkin mamih juga ikut berinteraksi bersama anak menyelami cerita dari tayangan konten digital tersebut, bisa berupa film, game, atau lagu.

Orang tua harus tahu apa saja aplikasi program dengan nilai edukasi dan berdampak positif untuk anak. Sejauh ini Babam hanya suka dengan beberapa tayangan animasi, kalaupun tayangan nyata ia lebih memilih konten petualangan dinosaurus, konten memasak anak-anak atau kreasi seni anak-anak.

Menerapkan jadwal saat mengakses konten digital dirumah, jadi setelah pulang sekolah Babam bisa bermain gawai ketika sore hari, atau menonton tv dengan konten yang ramah untuk anak-anak.

Memonitor aktifitas digital anak, seperti mengunci dan hindari konten yang tidak sesuai umurnya dengan password terntentu, atau mengunakan panduan khusus orang tua.

Dampingi anak saat mengakses konten digital bersama anak, sempatkan untuk berinteraksi langsung ketika tidak mengakses konten digital. Contohnya ketika setelah menyaksikan konten memasak, bisa melakukan kegiatan memasak bersama, ikut berpetualang setelah menyaksikan konten mengenai hewan, atau tanaman disekitar.

bagaimana menyiapkan dana pendidikan anak

Contohnya ketika Babam penasaran dengan kecebong mamin mencari permainan mengenai Cycle of frog. Ketika Babam ingin tahu mengenai lebah,mamih mengajaknya untuk wisata di Taman Lebah.

View this post on Instagram

Cerita bahagia kalau lihat Babam tuh nyerocos terus kalau rasa penasarannya bisa terjawab. Kebayang dulu sampai 3 tahun tiap hari mamih nunggu 1 kata koq gak muncul-muncul 😭😭😭. Mulai usia 5 tahun kosa katanya sudah mulai banyak walaupun harus mengejar ketertinggalannya. #WisataSeninMamihdanBabam diawali pergi berdua aja ke @tamanwisatalebah Lokasinya ada di Buperta Cibubur dan memang seru untuk lari-larian dan melihat lebar memproduksi madu apalagi banyak pohon rimbun jadi tidak panas. Untuk HTM biasa Rp. 5000 dan HTM Edukasi Rp. 20.00 jadi bisa menyentuh lebah yang tanpa sengat juga melihat lebah dari dekat. Disana ada ruanga seperti aula mini juga yang bisa disewa. Untuk kamar mandi dan musholanya cukup bersih. Ada toko sovenir dan kanti juga jadi gal takut kelaparan dan bisa beli oleh-oleh. Cerita lengkapnya ada di.Highlight yah. #LiburanAnak #RanselBabam

A post shared by Mira Utami | Parenting Blogger (@miramiut) on

Tanamkan Etika Dalam Era Digital

Selain mendampingi dan berinteraksi secara langsung bersama anak saat menyaksikan konten digital, orang tua juga bisa memanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai etika dalam mengunakan media sosial.

  • Meminta anak untuk tidak mengunci akses gawai, dan bisa digunakan bersama orang tua, agar tetap dapat terpantau.
  • Eksplorasi minat dan bakat anak dengan informasi yang ada, jujur ketika mengakses dunia digital mamih jadi lebih banyak tahu mengenai dunia parenting dan permainan yang bisa meberikan stimulasi yang baik untuk anak.
  • Mengajak kritis dalam menyikapi informasi, contohnya ketika menemukan ada tayanagan animasi mengenai perundungan, hal apa saja yang harus dihindari. Tunjukan sikap yang boleh dilakukan oleh anak. Ketika menonton film animasi ada adegan berpelukan, atau ciuman bisa dijelaskan sebatas mana kontak fisik yang boleh dilakukan oleh anak. Mamih sekaligus mengingatkan Babam agar dapat bertindak ketika ada orang lain yang menyentuh bagian tubuh Babam.
  • Mengenalkan keanekaragaman anak-anak juga daerah-daerah di belahan dunia lain. Contohnya keanekaragaman bahasa, cara berdoa (agama), juga menanamkan sikap toleransi terhadap perbedaan tersebut.

Dengan memiliki proteksi yang kuat terhadap diri sendiri sebagai orang tua, diharapkan mamih dapat mampu dengan baik memberikan pendampingan terhadap Babam dalam menyelami tumbuh kembang di kehidupan yang berada pada era digital.

Tentunya hal ini agar mamih dan Babam juga bersama keluarga lainnya bisa mencegah informasi negatih atau akibat negatif dari konten digital yang tidak bertanggung jawab, agar dapat memberikan keputusan yang bijak.

Konten negatif atau hoax bisa berbahaya dapat memberikan rasa kekhawatiran yang berlebih pada masyarakat dan mengganggu pertahanan juga keamanan negara. Para produsen hoax juga tidak akan begitu saja berhenti ketika masyarakat terus mudah percaya akan informasi hoax juga konten yang tidak benar.

Untuk itu mamih bekerja sama dengan papih untuk membuat sebuah video animasi atau motion graphic mengenai “Pancasila Menangkal Radikalisme”, dan “Serukan Gerakan Anti Hoax”.

 

Menangkal Radikalisme

Seperti apa masalah mendasar terkait Pancasila ?

  • Distorsi Pemahaman Pancasila
  • Pendidikan Dalam Pengamalan Pancasila
  • Eksklusifisme Golongan
  • Proses Pelembagaan

Lalu apa solusinya sebagai masyarakat di era millenial ?

  • Mengembalikan Esensi Agama
    • Mengajak orang lain memanusiakan manusia
    • Memberikan pemahaman bahwa nilai agama bermanfaat memelihara dan merawat kemajemukan
  •  Memerangi Radikalisme
    • Membumikan Panasila untuk seluruh masyarakat
    • Menjunjung dan mengamalkan nilai Pancasila
  • Toleransi Keberagaman
    • Bergaul secara luas, berpikiran terbuka saling menghormati antar manusiia
    • Berpikir kreatif dalam mendulang prestasi membanggakan untuk Tanah Air
  • Tanamkan Sifat Nasionalisme
    • Memilih bentuk hiburan yang menjunjung tinggi nasionalisme
    • Bangga akan karya anak bangsa

Semoga para orang tua bisa berperan aktif dalam mencegah konten negati dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam membentuk karakter anak yang memiliki pondasi kuat untuk menjaga kemanan dan pertahanan negara tercinta Indonesia.

#kontenkreatifhankam

#workshopkominfo

 

Video dibuat oleh : Mira Utami dan Adam Abdallah (mamih dan papih Babam)

 

Spread the love
2 Comments

Tinggalkan Balasan ke Bang Dzul Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *