Mengetahui Resiko Konstipasi Dini, Cek Serat Harian si Kecil dengan Fibre O-Meter

Ketika menjadi orang tua baru dan memasuki tahap MPASI mamih suka khawatir akan melewatkan bagian penting pemenuhan gizinya. Ketika usia diatas 1 sampai 2 tahun disaat masih berada di masa emas ternyata penting untuk menambahkan asupan serat, untuk mencegah konstipasi dan melancarkan tahapan toilet training.

Tapi sebenarnya seberapa banyak serat yang dibutuhkan setiap harinya, dan bagaimana cara mengukur apakah si Kecil sudah cukup mengkonsumsi seratnya. Karena serat tidak hanya untuk mencegah konstipasi, tetapi banyak fungsi lainnya juga, apa saja manfaat serat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Manfaat Serat untuk Cegah Konstipasi si Kecil

Mamih mengalami betapa sulitnya mengajarkan toilet traning pada Babam, apalagi untuk BAB. Salah satu yang mamih lewatkan adalah kurang memberikan asupan serat pada Babam. Menyedihkan pasti apalagi ia jadi terlambat untuk mengeti dan mandiri BAB sendiri.

Cek serat harian si Kecil dengan cepat

Mamih sedikit kecewa juga dengan diri sendiri karena belum paham mengenai seberapa banyak kebutuhan serat untuk anak, tetapi memang konstipasi yang Babam alami masih dalam tahap ringan jadi bisa dengan memenuhi kebutuhan serat yang cukup setiap hariya.

Kapan anak bisa dikatakan mengalami konstipasi?

Seorang anak dapat dikatakan mengalami konstipasi apabila terjadi gangguan pada pola defekasi atau buang air besar (BAB) yaitu frekuensi defekasi yang jarang dengan konsistensi feses yang keras, serta beberapa gejala klinis lainnya.

Hal ini dijelaskan oleh Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp.A(K) selaku Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, saat mamih menghadiri Bicara Gizi: “Peranan Serat untuk Dukung Kesehatan Pencernaan Anak”, yang diadakan oleh Danone.

Seperti yang sudah mamih alami memang bentuk dan frekuensi BAB yang dialami Babam termasuk masalah konstipasi, tetapi akhirnya kami memberikan makanan dengan kandungan serat yang cukup juga menambah susu kaya serat agar Babam mengalami BAB yang lebih lancar.

Kenali sistem pencernaan anak

Bagaimana Indikasi anak yang mengalami konstipasi :

  1. Frekuensi defekasi yang jarang dengan konsistensi feses yang keras
  2. Konstipasi juga ditandai dengan ukuran tinja yang berdiameter besar
  3. Retensi tinja berlebihan
  4. Anak merasa kesakitan saat mengejan, dan M
  5. Massa tinja yang besar pada rektum

Untuk sama-sama diingat juga nih moms, Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang tidak bisa diremehkan. Prof. Hegar menyarankan para orang tua untuk perlu mencermati kesehatan saluran pencernaan anak, salah satunya dengan memperhatikan kecukupan konsumsi serat harian Si Kecil, karena asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar.

Manfaat Serat dan Cek Kecukupan Serat dengan Fibre O-Meter

Ada data yang menyatakan sebuah fakta bahwa 1 dari 3 anak-anak mengalami indikasi awal konstipasi yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada kesehatan saluran cerna anak. Oleh karena itu, orangtua perlu lebih mencermati kecukupan asupan serat harian anak. Bicara Gizi membahas hasil penelitian terbaru mengenai pengaruh serat terhadap kesehatan saluran cerna anak, sehingga orangtua perlu mencermati pemenuhan kebutuhan serat harian anak.

Serat bisa membantu mencegah konstipasi, apa sebenarnya manfaat saat anak mengkonsumsi serat yang cukup setiap harinya :

  1. Asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar
  2. Serat dapat membantu menyerap air di usus besar,
  3. Memperbesar volume dan melunakkan konsistensi feses,
  4. Mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar,
  5. Menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.

Berapa banyak serat yang cukup setiap harinya ? angka kecukupan Gizi (AKG 2013), yaitu sebanyak 16 gram serat per hari. Tetapi data penelitian pada salah satu wilayah di Jakarta menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak usia 2-3 tahun hanya mengkonsumsi rata-rata 4.7 gram serat per hari.

Dengan begitu penelitian tersebut juga mendapatkan 1 dari 3 anak mempunyai pola defekasi berisiko konstipasi, yaitu meski buang air besar setiap hari tetapi memiliki konsistensi yang keras atau sebaliknya meski konsistensinya lunak tetapi frekuensi buang air besar 3 hari sekali atau kurang, seperti pengalaman mamih dan Babam yang kurang baik.

Penjelasan dan tanya jawab Bicara Gizi

Bagaimana cara cek kecukupan serat pada anak ? Untuk membantu orangtua memastikan kecukupan serat anak, Danone Specialized Nutrition Indonesia meluncurkan inovasi terbaru yaitu fitur Fibre O Meter pada kanal Bebeclub (https://bebeclub.co.id/fibre-o-meter). Fitur ini dapat digunakan orangtua untuk menghitung dan memastikan asupan serat harian anak telah terpenuhi.

Saat acara mamih juga langsung mencoba untuk cek serat yang dikonsumsi anak, dari menu harian yang dikonsumsi. Pilihan menu hariannya akan terus ditambahkan dan fiturnya bisa sekali dimanfaatkan untuk memberikan kesempatan pada orang tua dalam mempelajari kebutuhan serat si Kecil.

Cegah konstipasi bisa dengan memberikan makanan dengan gizi seimbang dan kaya serat, juga ingat memberikan camilan atau waktu snack time dengan makanan yang lebih sehat, misalnya lebih banyak buah juga sayur yang disertakan pada konsumsi harian anak.

Ketika masuk melalui PC atau Smartphone dan membuka Fibre O-Meter mudah sekali melakukan registrasi, menliskan nama dan tanggal lahir anak, serta memilih menu harian yang dikonsumsi pagi, siang juga malam ditambah saat waktu mengkonsumsi camilan. Lanjut kebagian utuk mengukur serat dan tampilan akan menunjukkan julan serat, kalori, protein, lemak yang dikonsumsi anak sehari-hari. Tentu saja akan membntu memantau asupan si Kecil dan bisa menambahkan bagian yang mungkin masih dirasa kurang.

Selain itu dalam website juga banyak artikel mengenai makanan yang kaya serat dan bagaimana dengan melengkapi minum susu 2 kali sehari akan membantu mencukupi asupan serat pada anak. Fibre O-Meter ini bisa digunakan untuk anak mulai diatas 1 tahun sampai dengan 5 tahun.

Selamat mencoba ya moms, supaya pengalaman kurang baik mamih dan Babam juga tidak terulang lagi, ada Fibre O-Meter Bebelac yang bisa digunakan GRATIS dan sangat mudah. Jangan lupa untuk sharing pengalamannya yah, di kolom komentar, agar makin banyak orang tua yang termotivasi memberikan makanan gizi seimbang untuk anak-anaknya.

Salam sehat semuanya

Spread the love
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *