Harapan dan Porsi Cinta yang Terungkap Dalam Tulisan



Kenapa harus ikut workshop menulis dengan cinta ???

“Selamat yah bangga sekali ternyata dari angkatan 05 seni tari ada yang lanjut kuliah S2 bahkan sukses menjadi koreografer dan dosen”, sapaan mamih ketika memberi selamat saat reuni teman kuliah.

Berceloteh dan diantara kami hanya mempunyai “sedikit logika” seakan gila mengingat saat kuliah mengejar embun memulai keringat hingga tengah malam masih berkeringat, dosa apa coba sampai kuliah sebegitunyah. Kembali ada yang nyeletuk “Jadi loe cuma nulis aja mir kerjaannya ?? karya tulis terbaik loe apa sekarang ?”, ditanya teman sejawat yang sebenarnya gak dijawab juga gak masalah.

Jawaban mamih, “SKRIPSI” hahahaha semua mendadak tertawa dan mengurai rindu dengan kegembiraan saling bertukar cerita yang entah logikanya ada atau bias.

Mamih menyadari ketika sekarang tergaris berada dalam sebuah pekerjaan yang harus memiliki tanggung jawab dalam bidang karya yang mamih buat yaitu tulisan, tapi entah ngenes atau masih dalam kebodohan ditambah malas belajar mamih belum punya apa-apa dalam bentuk karya tulisan, ekhhh saalah mamih punya!, karya terakbar “skripsi”.

Tahun ini harus banget punya tulisan yang mengalahkan keakbaran SKRIPSI

Seketika mamih mengingat membaca tulisan blog dari Nona Melinda yang menceritakan manfaat mengikuti workshop menulis bersama Mba Dini Fitria. Jujur mamih masih “under estimate” karena dari genre buku yang Mba Dini terbitkan mamih gak tertarik sama sekali, bahkan judulnya maaf sekali kurang mencekam.

Karena ke-soktau-an mamih ini menjadi bumerang dan pengakuan dosa, penasaran juga dengan ungkapan yang diutarakan penulis ketika langsung memberikan materi. Membaca blog dari teman-teman yang hadir sampai percikan singgungan dari teman kuliah yang bertanya karya terbaik dan gak maulah di jawab skripsi lagi, harus tesis dong wekhh hahaha.

Dengan gemercik semangat mamih ikutlah mendaftar dan berdoa semoga terpilih supaya mamih bisa lebih menerima masukan, saran, inspirasi yang menurut mamih akan membantu dalam menelurkan tulisan dengan sarat makna, serta mamih punya harapan nih ditahun 2018 ingin menjelajah Pulau Jawa bersama papih dan Babam, serta dituangkan dalam tulisan  menggambarkan perkembangan diagnosa  yang Babam alami dalam masa tumbuh kembang.

Ini loh mamih dan Babam lagi jalan-jalan.

Deg-degan juga ketika Mba penulis diksi  mengutarakan membaca blog dari para peserta dan mamih jujur tertembak walau gak mati dengan berbagai rangkaian tips untuk meramu tulisan lebih berkarakter dan “kaya rasa”.

Dikepala mamih seakan bergumul jadi adonan, bahwa untuk memutuskan menulis menjadi sebuah pekerjaan yang dalam hal mamih geluti adalah ngeblog tentu gak mudah. Tulisan informasi, pengalaman, rangkaian acara dengan berbagai sudut pandang dan digodok dengan unsur rasa dan cinta. Seorang penulis biasanya memiliki rangkaian quote begitu juga penulis berlesung pipit ini menyampaikan “Menulis itu soal rasa, temukan rasamu dan jagalah”.

Menulis dengan cinta

Foto dari komunitas ISB selama acara berlangsung



Mau banget sih langsung ke tips, tapi sedikit boleh dong mamih share juga bagaimana seorang penulis yang doyan baca buku tema berat dari SMP,memancing audiens untuk menggali “tulisan seperti apa sih, yang memiliki rasa ???”.

Tulisan yang selalu diingat, membuat “orgasme” pembaca hingga ingin mencapai klimaks pada titik akhir tulisan. Coba deh bayangkan seberapa besar magnet dari tulisan tersebut. Untuk membuat lebih mudah, kemudian dirubah analogi menjadi sebuah film, judul apa yang paling diingat, bagian mana yang paling menyentuh dan menjadi magnet dikepala ? coba tarik dan gali lagi pontensi untuk mencari pandangan liar yang berbeda dan out of the box.

Dalam hati nih film favorit mamih Logan, Swashank Redemption, X-Men, belum kalau di analogikan jadi bentuk lagu yang paling diingat, hmmm Anna Molly, Heavy, Linger, 21 Guns, gokil memang membuat karya harus dipikirkan secara teknis, mengalir dan yang paling intim dirasuki unsur rasa cinta.

Bagaimana mau menemukan rasa bila belum tahu teknik menggali menulis dengan rasa dan cinta ? Jadi berlapang dadalah dan menyimak rangkaian tips berikut yang memandu untuk “menulis dengan rasa”.

Walaupun simpel, serius agak banyakan yah. 

Rumus

Tema – Premis – Wants – Needs – Value – Goals

Tema

Apa yang mau ditulis ??? mamih garis bawahin mengenai tema apa yang akan mamih tulis. Kalau bisa nih mamih tulis besar-besar dicatatan kecil dan mamih baca berulang kali. Kalau dibilang susah cari ide dalam tema menulis, mungkin tidak juga. Tetapi  kesanggupan dan penjabaran tema besar itu tadi yang eksekusinya harus dilatih dengan kepekaan dan “nulis aja dulu”.

Premis

Kalau waktu skripsi dulu ini merupakan lompatan kerikil dalam tujuan dan latar belakang skripsi yang mau ditulis. Penjelasan Mba berkacamata yang sebagai nara sumber ini, cukup mudah untuk mamih pahami apa itu premis. Untuk memudahkan dalam membuat premis, menceritakan cerita atau informasi dalam satu kalimat yang jelas, segar dan menarik. Dalam premis ini sendiri dicabangkan lagi dengan 3 kata ajaib yang membantu mengawal cerita agar tetap fokus dan memiliki alur yang tertib yaitu : WHY-WHAT-HOW.

Wants 

Dalam tulisan lanjut untuk mengeksekusi “lead in” yang memiliki magnet dan menjaring pembaca agar tertarik untuk lanjut menghabiskan isi dalam tulisan tersebut, sampai mana ??? sampai titik akhir. Semua paragraf diarahkan untuk bersinggungan atau saling terkait satu sama lain. Pengembangan Lead in ini bisa dimulai dari cabang 3 kata ajaib tadi Why-What -How. Misalnya saja ingin penulis pengalaman menonton konser Incubus, apa yang menjadi daya pikat dari cerita tersebut. Mamih misalnya bisa menuliskan, 

“Memori yang selama ini koma, akhirya bisa siuman dalam letupan lirik yang langgusng menggema dari sang idola. Tidak hanya keringat, airmata, sampai urat merasakan adrenalin kesungguhan menikmati sajian dari lagu-lagu Incubus yang dibawakan total walau uban dan kerutan terlihat pada raut setiap personilnya”.

Yap bagaimana mamih mengembangkan apa yang akan mamih bawakan pada tulisan mamih mengenai konser Incubus, dan Wants ini sebagai arah juga untuk mampu menerbitkan setiap paragraf  memiliki hubungan dalam keseuruhan cerita.

Needs 

Setiap tulisan tentu saja berbeda paduan dari setiap orang, walaupun mempunyai tema yang sama. Kepekaan dalam sebuah “taste” harus ditingkatkan dengan apa ?? banyak baca buku, salah satunya bemanfaat untuk memperbanyak perbedadharaan kata.

Mempelajari struktur kepenulisan dari penulis yang dikagumi juga memberikan motivasi dan referensi dalam gaya kepenulisan yang dibuat. Dihubungkan dengan kebutuhan untuk tulisan “needs” menggambarkan kategorisasi yang memberikan sebuah informasi, manfaat, hiburan, inspirasi untuk seorang pembaca.

Jadi sadari betul bahwa sebuah tulisan memiliki dampak yang berbeda dari setiap pembaca. Sebuah tulisan juga mampu mengubah pola pikir serta provokasi dalam tujuan tertentu. Sertai sebuah fakta dan data bila memang kebutuhan informasi dalam sebuah tulisan perlu untuk dicantumkan. Kenali apa yang ditulis hingga tahu untuk memulai dan tempat untuk mengakhirinya.

Value

Mamih menyadari kekaguman dalam selera musik, film yang mamih suka memiliki sebuah dialog, serta lirik yang seakan mau meluk guling yang erat karena begitu mengigit dan meretakkan hati. Terasa sekali ketika ada sebuah “makna” dan pengalaman estetis yang mamih rasakan ketika menikmati karya-karya idola.

Nilai dalam sebuah tulisan tidak serta merta muncul begitu saja, mamih juga masih belajar dalam menggali sebuah makna yang hakiki untuk membuat pembaca merasa tidak membuang waktunya setelah membaca tulisan mamih.

Value bisa dikembangkan dari sebuah relevansi dalam kedekatan kehidupan sehari-hari, membuat penasaran, dan dalam tulisan tersebut diberikan ruh rasa penghayatan yang dalam. Terus menulis dan berlatih agar bisa menggali lebih banyak lagi kemampuan yang dimiliki.

Goals

Kerangka yang  telah direncanakan mengerucut menjadi satu tujuan, mau dibawa kemana tulisan yang mamih buat. Jadi goals sendiri memang harus memiliki kekuatan agar bisa dikembangkan dalam berbagai khasanah paragraf yang informati sserta mengajak pembaca berkelana dengan imajinasi.

Bayangkan ketika naik pesawat sudah jelas kan di tiket tertulis tujuan kemana, begitu juga dalam menulis jadi garis tebal yang ada dikepala ketikan berfikir dan tujuan tersebut jelas terpampang. Dengan tujuan bisa dikreasikan lagi bentuk rangka kepenulisan yang akan dibuat, bagaimana strategi dalam pengolahan kata sehingga alur masih tetap berpihak pada satu tujuan tulisan tersebut.

Kesan Mamih

foto pertama dan ini dari mas Imawan. Cie mamih dapet hadiah



Wow simpel aja sih walau kepala mamih seakan mau meleleh karena isi otak yang hampir mendidih, ditambah sedikit menunduk malu karena belum menampilkan kesungguhan dalam tiap tulisan. Kalau banyak artis dunia memperebutkan Oscar sebagai apresiasi karya film terbaik, mungkin pelajaran, proses dari penggarapan tersebut yang mengandung ilmu serta pengalaman, ditularkan dan menjadi kisah inspirasi merupakan piala yang tak ternilai.

Walaupun tetap mamih kurang suka dengan judul buku mba Dini yang menurut mamih terkesan komersil abis  dan bukan idealisme dari seorang penggemar buku filsafat dan psikologi (maaf atuh sok tau). Mamih masih menunggu karya yang lebih menggaruk hati dan tak hanya mampu menitikan airmata pembaca tapi juga berkeringat ingin tergerak karena inspirasi dari buku tersebut begitu menikam.

Jujur sampai lembar kelima mamih baca buku Islah Cinta yang menggambarkan sejarah Islam  di India, begitu detail dan imajinasi mamih berkelana merasakan basah air dari sungai Gangga. Rasa penasaran terlepas dari judulnya, ingin sekali membaca, ingin mengetahui pula bagaimana udara ditanah Hindustan juga membuat mamih masih ngeri untuk kesana sebelum menyuntikkan vaksin agar terlindungi.

Ketika dikereta menatap penumpang menerawang gawai, mamih tersenyum kecil membayangkan membuka buku dan membaca sampul merah yang terngiang dikepala mamih. Percayalah isi sebuah buku tak melulu terangkum dan dinilai dari cover serta judulnya. Karena lelah dan beratnya urat leher mamih ingin merebahkan kepala dan merasakan lembut bantal satin yang terus memanggil agar mamih sejenak beristirahat.

Sesampai dirumah, melihat senyum mungil dan kuatnya peluk Babam menyambut mamih, bersama membuka sejumlah hadiah dari sponsor yang buat mamih bisa menerima ilmu baru dari seorang wanita yang tentu lebih hebat dari mamih. Kebutuhan make up halal sudah aman untuk kedepan karena Zoya Cosmetic memberikan rangkaian pulasan lipstik, eyebrow, bb cream, lip balm dan body sorbet.

Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau Bli Bli (dot)com serta instagramable, membuat peserta betah berlama-lama untuk transfer ilmu indah dan mensponsori terselenggarakannya workshop dengan lancar hingga banyak inspirasi baru yang mamih serap.

Blibli(dot)com juga menyelenggarakan lomba blog dengan tema “My Big Wish”, yang memotivasi untuk memulai sebuah harapan baru yang lebih baik di tahun ini. “uhuukkk, hhmmm ahhh!!!”, mamih udah punya harapan ditahun ini untuk bisa memfasilitasi Babam dengan pengalaman perjalanan sepanjang Pulau Jawa, yang gak hanya untuk diabadikan dalam bentuk foto, tapi mamih ingin abadikan dalam sebuah karakter dan sarana pembelajaran baru buat Babam.

Tidak hanya Babam sih tapi untuk sarana kami sebagai keluarga dan memupuk komunikasi yang selama ini mungki ada yang perlu diperbaiki. Demi apa??? demi sebuah karya hahahah,  demi sebuah memori perjalanan yang bisa membuat kami sekeluarga lebih peka dan berempati. Melatih rasa kooperatif Babam yang selama ini bikin mamih jadi pengabdi koyo. So terwujud gak yang harapan mamih tahun ini ???.

Bisa ditelisik nih, mulai buka informasi dari Blibli (dot) com dan melihat informasi dari kompetisi blog “My Big Wish”. Mau kan mendapat apresiasi dari menulis bl

Tidak lupa juga Ibunda Sekar yang hanya satu-satunya menjadi moderator dan mediasi ilmu melalui wadah komunitas ISB yang terus berusaha menaikkan level blogger menjadi sebuah profesi yang lebih bertanggung jawab.

Pencapaian berkualitas minggu ini setengah hari yang tak terbuang justru akan melahirkan karya tulisan baru penuh cinta dari para peserta workshop. Kalau target tulisan ini melebihi karakter dan kata yang terlalu mewabah atau kebanyakan, maafkan karena cipratan ide dikepala terus mendesak untuk keluar dan tidak sabar kata-kata ini terungkap menjadi sebuah rangkaian paragaraf.

Spread the love
No Comments

Tinggalkan Balasan ke Nurul Dwi Larasati Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *