Pengalaman Shooting Bareng Chris Hemsworth (Thor)


Cerita Mamih ketemu Chris Hemsworth

Pengalman Shooting Bareng Pemeran Thor

Bukan halu hanya saja ingin share pengalaman pribadi ketika mamih bertatap muka dan bertatapan dengan “Babang Ganteng” asli bukan tipuan Chris Hemsworth yang mamih tahu dan dikenal sebagai Thor dalam super hero garapan Marvel. Apalagi baru aja mamih nonton ulang film Thor yang ketiga, dan trailer dari film Avenger Infinity Wars, iyap baru nonton trailernya, bukannya gak tertarik sih tapi mamih menunggu suasana agak sepi dan mencocokan jadwal Babam dirumah karena jelas mamih gak mengajak Babam nonton bioskop untuk film yang gak sesuai untuk usianya.

Lalu dimana serunya ??? ini review film bukan sih ??

Jadi karena melihat timeline beredar merajalela di FB dan Instagram menyoal film Avengers terbaru ini, mamih jadi inget tatapan mata Chris saat ngomong “ oh you ever see my movie, and you know my name?”, ahhh elahhh yaiyahhh lah. Bagi penggemar film yakin deh hafal sama nama asli si pemaran Thor ini.

Saat Chris di Jakarta (www.kapanlagi.com)

Mamih mencoba mengingat kembali kenangan bersama “Thor” ini 5 tahun lalu (ini hiperbola), padahal cuma ngomong sepatah dua patah, wakakaka tapi asli ganteng sih. Saat mamih masih menjadi penari atau masih menerima tawaran menari, diambilah tawaran untuk shooting film luar negeri yang lokasinya berlangsung di Jakarta. Udah jelas karena bukan selebriti mamih hanya sebagai peramai saja yang terlihat mungkin cuma selendangnya. Jeleknya mamih gak tanya film apa? Siapa pemainnya maih hayuk terima aja karena fee nya uwow. Agak bingung juga sih karena waktu shoot panjang dan lama, jadi mamih harus mempersiapkan ASIP untuk Babam, pokoknya segala alat perasian mamih bawa kecuali kulkas.

Penjagaan Ketat Selama Shooting

Saat hari H semua tertata secara profesional, mulai dari pemakaian kostum, tata rias, pengaturan keluar masuk pemain, barisan, makan, istirahat, sampai handphone yang gak boleh ada saat di lokasi, super ketat parah. Pokoknya saat dilapangan hanya bawa diri saja, dan semua perlengkapan mamih juga obat-obatan mamih diruang ganti yang tentu saja aman.

Sampai hari H sampai dilokasi mau take juga mamih gak tau siapa yang bakalan main, beneran waktu itu mamih gak terlalu peduli hanya memikirkan bagaimana memompa ASI ?. Dibalik penjagaan yang ketat dan rapi, tentu saja ada kebijakan dalam hal tertentu misalnya, kesehatan, telepon penting, yang benar-benar mendesak karena panitia super banyak juga sigap. Lalu mamih menanyakan bagaimana kalau mau mompa ASI dan bagaiamana menyimpannya ?. Mamih digiring ya ke panitia asing artinya mungkin yang lebih bertanggung jawan akan keamanan saat shooting, jadi kami diskusi dan akhirnya mamih disediakan waktu untuk memompa dan kulkasnya juga.

Saat sudah selesai memompa, di jam yang telah disetujui papih masuk kebeberapa lapisan penjagaan untuk membawa ASIP mamih buat Babam. Waktu itu mamih belum kepikiran abang ojol, karena belum ada beib. Selama 3 hari berlaku seperti ini dan panitia langsung memberika ASIP mamih ke papih, yang hanya bisa masuk ke area yang diperbolehkan.

Mana Thor nya????

Sabar yahh, hahaha mamih memang ingin menceritakan ke profesionalan para kru film yang beneran rapi serta sigap. Selain itu untuk film ini hanya adegan beberapa menit saja, harus shooting 3 hari 3 malam dan diulang terus menerus sampai dapat hasil yang oke selama 3 hari itu. Media juga banyak sekali yang meliput dan hadir juga Bapak Jokowi yang saat itu masih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Mana Babang Thor nya ??

Oke disinilah mamih sangat terkejut, waktu itu desas desus menyampaikan bahwa film ini seputar kejahatan cyber yang ingin menguasai sejumlah uang besar dan dikejar sampai ke Jakarta. Jeng jeng jeng munculah Chris di depan mata mamih, karena saat itu mamih berada dibarisan penari palling depan tepat didepan Thor ohh Thor ohh, lemes lah langsung hati mamih.

Kalau ketemu idola paling keinget adalah handphone dan photo bareng, sayang sekali pemirsa mungkin ini adalah ketidakberuntungan mamih gak bisa foto langsung dan memerkan peristiwa langka ini hahaha. Mamih lupa gak ada handphone dan apa yang mamih lakukan? Hanya menatap, menatap dan menatap.

Mau lagi ngomong, mau lagi dibenerin rambutnya, mau lagi mikir ngapalin dialog, pokonya idola gantengnya, hal positif ini tentu sangat berpengaruh akan hormon kebahagiaan dan meperlancar ASI yap yap yap. Rahasia ganteng an rambut gondongnya yang bikin super gemes adalah disamping-sampingnya selalu setia makeup artis yang sudah dilengkapi alat perang. Rambut terkibas sedikit, disisir, baju geser sedikit dibenerin, baju basah dikit langsung diganti entahlah gak keitung ganti berapa kali yang well hanya untuk beberapa menit ajahhhh, hoohhh ajahhhh.
Lupakan soal handphone dan mamih saat disela-sela ia bengong langsung bilang “hei,heihei helo Thor, Chris and welcome to Jakarta”, langsung dilirik dan menoleh, dan Babang Chris jawab, seperti kalimat mamih diatas (liat lagi ya diatas hehe). Walau tidak seberuntung anak sekolah yang diajak bincang-bincang oleh David Beckham dah atuh mamih mah udah seneng apalagi ASI makin lancar. Baru deh mamih lanjut bilang, iyah lah tentu aja tahu kalau Chris pemain film ternama, dan film favorit mamih yang doi mainkan sebenarnya bukan Thor, tapi Rush karena mengangkat kisah nyata perjalanan pembalap.

Kalau dari awal mamih tahu ini bakalan ada si Chris mah udah nyiapin note sama kamera tersembunyi kali yah, hahahah. Seperti waktu ketemu Bryan Adams masih beruntung ada foto bareng, lah ini gak ada betapa sedihnya bikin nguwel-nguwel selendang. Terlebih dandanan penari yang sama semua juga bikin mamih tidak terlihat hahaha. Hari kedua dan ketiga berulang, ya namanya idola sama sih hanya bisa menatap dan menatap saja.
Idola dalam hal ini karena suka gak munafiklah karena menarik, dan peran-perannya saat di film. Kalau untuk pribadinya mah meneketehe, hahaha kalau terlihat di tv, film, dan portal berita ya biasanya apa yang akan diperlihatkan. Ketika mamih suka sebuah karya juga tidak melulu melihat latar belakang orang tersebut, walaupun terkadang idola membuat mamih terinspirasi untuk memuat sebuah tugas sewaktu kuliah dulu, atau kalimat-kalimat dan pemikiran yang bermanfaat bisa membuat motivasi untuk mamih.

Untuk keseluruhan yang mamih lihat dalam penggarapan film terlihat sangat memperhatikan detail, mulai dari peniti aja dipikirin banget, dan tata kostum juga tata riasnya selalu berkeliling memperhatikan barisan penari yang notabene tidak terlihat secara dekat dalam frame film nantinya. Untuk yang belum tentu terlihat saja begitu diperhatikan bagaimana yang lain coba, hehe. Super ketatnya penjagaan juga tidak bisa mentolerir untuk hp dipegang para penari, tetapi tetap memperhatikan dalam kasus-kasus dengan kebijakan tertentu, seperti contohnya kebijakkan untuk mamih.

Untuk postur Chris memang atletis, tinggi kekar dengan senyuman tipis tapi menggetarkan. Mamih kira kulitnya akan kemerahan seperti orang bule yang suka mamih lihat, tapi ini ya putih bersih aja gak merah-merah gitu, sama rambut pirangnya itu ehem ehem, 3 hari dapat pemandangan nyata seperti itu memang pengalaman yang bisa dibilang seru, kaget plus sedikit norak hahaha.

pengalaman shooting bersama ratusan penari
Pengalaman shooting bersama ratusan penari dan Chris Hemsworth
(www.kapanlagi.com)

Oia sampai mamih belum cerita film apa sih itu?, waktu awal dengar filmnya akan berjudul “Cyber”, tetapi pada saat keluar trailernya itu berjudul “Blackhat” coba deh tonton aja pasti mamih gak keliatan. Untuk keseluruhn film memang tidak ada yang terlalu istimewa, jalan ceritanya menurut mamih sih mudah ditebak, yang penting Babang Chris menang yeay. Waktu itu shooting disekitaran lapangan banteng, tetapi ada beberapa tempat juga seperti daerah Tanjung Priuk yang menjadi lokasi dalam pengambilan setting tempat di Jakarta.

BTW, mamih jadi mau segera nonton Avengers terbaru nih, banyak yang super heronya kalah yah ini?. Sempat terpikir Babam bisa sekece Babang Thor gak yah perilakunya, kalau dilihat karakter di film Thor kan baik hati, penolong, gak kaya Loky yang duper super liciknya hahaha.

Semoga dari banyaknya film-fim superhero jadi mengajarkan yang baik ya tetap baik dan kejahatan akan kalah dengan kebaikan (tul gak?). Untuk menjalani kebaikan juga gak harus memiliki super power dulu, minimal bisa senyum ramah sama tetangga atau balik ke buang sampah pada tempatnya itu juga menjadi super hero dimuka bumi. Kalau Babam memang belum paham soal super hero sih, bukannya gak mamih kasih nonton, tapi fantasinya kalau lihat bulan aja udah sok-sokan takut nanti jadi srigala, terus kalau ada maunya misal minta susu nih yah, Babam mengeluarkan telunjuk lalu diputar-putar depan muka mamih kaya mau hipnotis orang, sama paling mamih inget kalau diminta untuk mengembalikan mainan ke tempatnya malah dipelototin mainannya, terus pegang kepala pakai telunjukknya disangka bakallan pindah sendiri kali yah itu mainan. Jadi sudahlah lebih baik diajak untuk mengajarkan buang sampah ketempatnya dulu sampai nyangkut dimindsetnya.

Sekian cerita mamih, kalau sedikit mengecewakan mohon maaf karena mamih juga kecewa gak bisa foto bareng. Kali aja bisa berkesempatan lagi ketemu di hari-hari selanjutnya, selamat menikmati film-film dimuka bumi dan semoga semakin berkualitas.

Spread the love
11 Comments

Tinggalkan Balasan ke Eni Martini Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *